Prinsip dan hierarki untuk manajemen persimpangan

Prinsip dan hierarki untuk manajemen persimpangan berfungsi ganda yaitu untuk keperluan pengendalian persimpangan dan untuk keperluan peningkatan kapasitas persimpangan. Persimpangan adalah simpul pada jaringan jalan di mana jalan-jalan bertemu dan lintasan kendaraan berpotongan. Lalu lintas pada masing- masing kaki persimpangan menggunakan ruang jalan pada persimpangan secara bersamaan dengan lalu lintas lainnya.

Sasaran yang harus dicapai pada pengendalian persimpangan adalah:

  1. Mengurangi maupun menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh adanya titik konflik.
  2. Menjaga agar kapasitas persimpangan operasinya dapat optimal sesuai rencana.
  3. Harus memberikan petunjuk yang jelas dan pasti serta sederhana, dalam mengarahkan arus lalu lintas yang menggunakan persimpangan.

Persimpangan adalah faktor utama dalam menentukan kapasitas jaringan terutama di perkotaan. Idealnya persimpangan diatur secara berhierarki berdasarkan volume lalu lintas yang melewatinya. Hierarki pengaturan adalah tanpa pengaturan, prioritas, bundaran, lampu lalu lintas dan persimpangan tidak sebidang untuk volume tertinggi atau persilangan antara jalan utama dengan rel kereta api.

Penjelasan hierarki pengendalian persimpangan yang tepat berdasarkan volume lalu lintas adalah :

  • Apabila pada arus minor kendaraan/hari kurang dari 9.000 kendaraan/hari dan arus mayor kurang dari 45.000 kendaraan/hari maka digunakan persimpangan prioritas;
  • Apabila pada arus minor kendaraan/hari lebih dari 9.000 kendaraan/hari, dan kurang dari 12.000 kendaraan/hari sedangkan di arus mayor kurang dari 40.000 kendaraan/hari maka digunakan pengaturan lalulintas atau bundaran;
  • Apabila pada arus minor kendaraan perhari lebih dari 12.000 kendaraan perhari, maka digunakan pengaturan menggunakan persimpangan tidak sebidang;

Upaya perbaikan kinerja persimpangan dengan meningkatan kapasitas sebaiknya dilakukan secara berhierarki sebagai berikut :
– Penambahan Lebar Pendekat
Jika mungkin untuk menambah lebar pendekat, pengaruh terbaik dari tindakan ini akan diperoleh jika pelebaran dilakukan pada pendekat-pendekat dengan rasio arus simpang FR tertinggi.
– Larangan Gerakan Belok Kanan
Pelarangan bagi satu atau lebih gerakan belok kanan biasanya menaikkan kapasitas terutama jika hal itu menyebabkan pengurangan jumlah fase yang diperlukan. Walau demikian perancangan manajemen lalu lintas yang tepat, perlu untuk memastikan agar pergerakan belok kanan tersebut tidak malah mengakibatkan perjalanan yang lebih panjang, dan mengganggu simpang yang berdekatan.

Iklan

tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s